Surat Adz-Dzariyat: Bacaan Arab, Latin dan Artinya
الذَّاريَات
- Surat ke 51
- 60 ayat
- Makkiyah
- Juz 26, 27
Baca Surat Adz-Dzariyat (الذَّاريَات) lengkap ayat 1-60: tulisan Arab, Latin, dan artinya dalam bahasa Indonesia. Putar per ayat atau dengarkan surat lengkap oleh Syaikh Mishary Rashid Alafasy.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالذّٰرِيٰتِ ذَرْوًاۙ
Wadz-dzaariyaati dzarwan
Demi (angin) yang menerbangkan debu dengan sekuat-kuatnya,
فَالْمُقَسِّمٰتِ اَمْرًاۙ
Fal muqassimaati amran
dan (malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan,
اِنَّمَا تُوْعَدُوْنَ لَصَادِقٌۙ
Innamaa tuu'aduuna lashaadiqun
sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti benar,
وَّاِنَّ الدِّيْنَ لَوَاقِعٌۗ
Wa-innaddiina lawaaqi'un
dan sesungguhnya (hari) pembalasan pasti terjadi.
وَالسَّمَاۤءِ ذَاتِ الْحُبُكِۙ
Wassamaa-i dzaatil hubuk(i)
Demi langit yang mempunyai jalan-jalan,
اِنَّكُمْ لَفِيْ قَوْلٍ مُّخْتَلِفٍۙ
Innakum lafii qaulin mukhtalifin
sesungguhnya kamu benar-benar dalam keadaan berbeda-beda pendapat,
يُّؤْفَكُ عَنْهُ مَنْ اُفِكَۗ
Yu'faku 'anhu man ufik(a)
dipalingkan daripadanya (Rasul dan Al Qur'an) orang yang dipalingkan.
الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ غَمْرَةٍ سَاهُوْنَۙ
Al-ladziina hum fii ghamratin saahuun(a)
(yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan lagi lalai,
يَسْـَٔلُوْنَ اَيَّانَ يَوْمُ الدِّيْنِۗ
Yasaluuna ai-yaana yaumuddiin(i)
mereka bertanya: "Bilakah hari pembalasan itu?"
يَوْمَ هُمْ عَلَى النَّارِ يُفْتَنُوْنَ
Yauma hum 'alannaari yuftanuun(a)
(Hari pembalasan itu ialah) pada hari ketika mereka diazab di atas api neraka.
ذُوْقُوْا فِتْنَتَكُمْۗ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تَسْتَعْجِلُوْنَ
Dzuuquu fitnatakum hadzaal-ladzii kuntum bihi tasta'jiluun(a)
(Dikatakan kepada mereka): "Rasakanlah azabmu itu. Inilah azab yang dahulu kamu minta supaya disegerakan".
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍۙ
Innal muttaqiina fii jannaatin wa'uyuunin
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan di mata air-mata air,
اٰخِذِيْنَ مَآ اٰتٰىهُمْ رَبُّهُمْ ۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُحْسِنِيْنَۗ
Aakhidziina maa aataahum rabbuhum innahum kaanuu qabla dzalika muhsiniin(a)
sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik;
كَانُوْا قَلِيْلًا مِّنَ الَّيْلِ مَا يَهْجَعُوْنَ
Kaanuu qaliilaa minallaili maa yahja'uun(a)
Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam;
وَبِالْاَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
Wa bil ashaari hum yastaghfiruun(a)
Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).
وَفِيْٓ اَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّاۤىِٕلِ وَالْمَحْرُوْمِ
Wafii amwaalihim haqqun li-ssaa-ili wal mahruum(i)
Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bahagian.
وَفِى الْاَرْضِ اٰيٰتٌ لِّلْمُوْقِنِيْنَۙ
Wafiil ardhi aayaatul(n)-lilmuuqiniin(a)
Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin,
وَفِيْٓ اَنْفُسِكُمْ ۗ اَفَلَا تُبْصِرُوْنَ
Wafii anfusikum afalaa tubshiruun(a)
dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?
وَفِى السَّمَاۤءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوْعَدُوْنَ
Wafiissamaa-i rizqukum wamaa tuu'aduun(a)
Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rezkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.
فَوَرَبِّ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ اِنَّهٗ لَحَقٌّ مِّثْلَ مَآ اَنَّكُمْ تَنْطِقُوْنَ ࣖ
Fawarabbissamaa-i wal ardhi innahu lahaqqun mitsla maa annakum tanthiquun(a)
Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.
هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ ضَيْفِ اِبْرٰهِيْمَ الْمُكْرَمِيْنَۘ
Hal ataaka hadiitsu dhaifi ibraahiimal mukramiin(a)
Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan?
اِذْ دَخَلُوْا عَلَيْهِ فَقَالُوْا سَلٰمًا ۗقَالَ سَلٰمٌۚ قَوْمٌ مُّنْكَرُوْنَ
Idz dakhaluu 'alaihi faqaaluuu salaaman qaala salaamun qaumun munkaruun(a)
(Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan: "Salaaman", Ibrahim menjawab: "Salaamun" (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal.
فَرَاغَ اِلٰٓى اَهْلِهٖ فَجَاۤءَ بِعِجْلٍ سَمِيْنٍۙ
Faraagha ila ahlihi fajaa-a bi'ijlin samiinin
Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar),
فَقَرَّبَهٗٓ اِلَيْهِمْۚ قَالَ اَلَا تَأْكُلُوْنَ
Faqarrabahu ilaihim qaala alaa ta'kuluun(a)
lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim berkata: "Silakan kamu makan".
فَاَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيْفَةً ۗقَالُوْا لَا تَخَفْۗ وَبَشَّرُوْهُ بِغُلٰمٍ عَلِيْمٍ
Fa-a-ujasa minhum khiifatan qaaluuu laa takhaf wabasy-syaruuhu bighulaamin 'aliimin
(Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata: "Janganlah kamu takut," dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishak).
فَاَقْبَلَتِ امْرَاَتُهٗ فِيْ صَرَّةٍ فَصَكَّتْ وَجْهَهَا وَقَالَتْ عَجُوْزٌ عَقِيْمٌ
Fa-aqbalatiimraatuhu fii sharratin fashakkat wajhahaa waqaalat 'ajuuzun 'aqiimun
Kemudian istrinya datang memekik (tercengang) lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata: "(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul".
قَالُوْا كَذٰلِكِۙ قَالَ رَبُّكِ ۗاِنَّهٗ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ ۔
Qaaluuu kadzalika qaala rabbuki innahu huwal hakiimul 'aliim(u)
Mereka berkata: "Demikianlah Tuhanmu memfirmankan". Sesungguhnya Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.
قَالَ فَمَا خَطْبُكُمْ اَيُّهَا الْمُرْسَلُوْنَۚ
Qaala famaa khathbukum ai-yuhaal mursaluun(a)
Ibrahim bertanya: "Apakah urusanmu hai para utusan?"
قَالُوْٓ اِنَّآ اُرْسِلْنَآ اِلٰى قَوْمٍ مُّجْرِمِيْنَۙ
Qaaluuu innaa ursilnaa ila qaumin mujrimiin(a)
Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Lut),
لِنُرْسِلَ عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِّنْ طِيْنٍۙ
Linursila 'alaihim hijaaratan min thiinin
agar kami timpakan kepada mereka batu-batu dari tanah yang (keras),
مُّسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ لِلْمُسْرِفِيْنَ
Musau-wamatan 'inda rabbika lilmusrifiin(a)
yang ditandai di sisi Tuhanmu untuk (membinasakan) orang-orang yang melampaui batas".
فَاَخْرَجْنَا مَنْ كَانَ فِيْهَا مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَۚ
Fa-akhrajnaa man kaana fiihaa minal mu'miniin(a)
Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Lut itu.
فَمَا وَجَدْنَا فِيْهَا غَيْرَ بَيْتٍ مِّنَ الْمُسْلِمِيْنَۚ
Famaa wajadnaa fiihaa ghaira baitin minal muslimiin(a)
Dan Kami tidak mendapati di negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri.
وَتَرَكْنَا فِيْهَآ اٰيَةً لِّلَّذِيْنَ يَخَافُوْنَ الْعَذَابَ الْاَلِيْمَۗ
Wataraknaa fiihaa aayatal(n)-lil-ladziina yakhaafuunal 'adzaabal aliim(a)
Dan Kami tinggalkan pada negeri itu suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada siksa yang pedih.
وَفِيْ مُوْسٰىٓ اِذْ اَرْسَلْنٰهُ اِلٰى فِرْعَوْنَ بِسُلْطٰنٍ مُّبِيْنٍ
Wafii muusa idz arsalnaahu ila fir'auna bisulthaanin mubiinin
Dan juga pada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Firaun dengan membawa mukjizat yang nyata.
فَتَوَلّٰى بِرُكْنِهٖ وَقَالَ سٰحِرٌ اَوْ مَجْنُوْنٌ
Fatawalla biruknihi waqaala saahirun au majnuunun
Maka dia (Firaun) berpaling (dari iman) bersama tentaranya, dan berkata: "Dia adalah seorang tukang sihir atau seorang gila".
فَاَخَذْنٰهُ وَجُنُوْدَهٗ فَنَبَذْنٰهُمْ فِى الْيَمِّ وَهُوَ مُلِيْمٌۗ
Fa-akhadznaahu wajunuudahu fanabadznaahum fiil yammi wahuwa muliimun
Maka Kami siksa dia dan tentaranya lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut, sedang dia melakukan pekerjaan yang tercela.
وَفِيْ عَادٍ اِذْ اَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الرِّيْحَ الْعَقِيْمَۚ
Wafii 'aadin idz arsalnaa 'alaihimurriihal 'aqiim(a)
Dan juga pada (kisah) Ad ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan,
مَا تَذَرُ مِنْ شَيْءٍ اَتَتْ عَلَيْهِ اِلَّا جَعَلَتْهُ كَالرَّمِيْمِۗ
Maa tadzaru min syai-in atat 'alaihi ilaa ja'alathu karramiim(i)
angin itu tidak membiarkan suatu pun yang dilandanya, melainkan dijadikannya seperti serbuk.
وَفِيْ ثَمُوْدَ اِذْ قِيْلَ لَهُمْ تَمَتَّعُوْا حَتّٰى حِيْنٍ
Wafii tsamuuda idz qiila lahum tamatta'uu hatta hiinin
Dan pada (kisah) kaum Tsamud ketika dikatakan kepada mereka, "Bersenang-senanglah kamu sampai suatu waktu".
فَعَتَوْا عَنْ اَمْرِ رَبِّهِمْ فَاَخَذَتْهُمُ الصّٰعِقَةُ وَهُمْ يَنْظُرُوْنَ
Fa'atau 'an amri rabbihim fa-akhadzathumush-shaa'iqatu wahum yanzhuruun(a)
Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, lalu mereka disambar petir sedang mereka melihatnya.
فَمَا اسْتَطَاعُوْا مِنْ قِيَامٍ وَّمَا كَانُوْا مُنْتَصِرِيْنَۙ
Famaaastathaa'uu min qiyaamin wamaa kaanuu muntashiriin(a)
Maka mereka sekali-kali tidak dapat bangun dan tidak pula mendapat pertolongan,
وَقَوْمَ نُوْحٍ مِّنْ قَبْلُ ۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمًا فٰسِقِيْنَ ࣖ
Waqauma nuuhin min qablu innahum kaanuu qauman faasiqiin(a)
dan (Kami membinasakan) kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.
وَالسَّمَاۤءَ بَنَيْنٰهَا بِاَيْىدٍ وَّاِنَّا لَمُوْسِعُوْنَ
Wassamaa-a banainaahaa biaidin wa-innaa lamuusi'uun(a)
Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.
وَالْاَرْضَ فَرَشْنٰهَا فَنِعْمَ الْمَاهِدُوْنَ
Wal ardha farasynaahaa fani'mal maahiduun(a)
Dan bumi itu Kami hamparkan; maka sebaik-baik yang menghamparkan (adalah Kami).
وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
Wamin kulli syai-in khalaqnaa zaujaini la'allakum tadzakkaruun(a)
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat akan kebesaran Allah.
فَفِرُّوْٓا اِلَى اللّٰهِ ۗاِنِّيْ لَكُمْ مِّنْهُ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌۚ
Fafirruu ilallahi innii lakum minhu nadziirun mubiinun
Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
وَلَا تَجْعَلُوْا مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَۗ اِنِّيْ لَكُمْ مِّنْهُ نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ
Walaa taj'aluu ma'allahi ilahan aakhara innii lakum minhu nadziirun mubiinun
Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di samping Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.
كَذٰلِكَ مَآ اَتَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ مِّنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا قَالُوْا سَاحِرٌ اَوْ مَجْنُوْنٌ
Kadzalika maa ataal-ladziina min qablihim min rasuulin ilaa qaaluuu saahirun au majnuunun
Demikianlah tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan: "Ia adalah seorang tukang sihir atau orang gila".
اَتَوَاصَوْا بِهٖۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُوْنَۚ
Atawaashau bihi bal hum qaumun thaaghuun(a)
Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ فَمَآ اَنْتَ بِمَلُوْمٍ
Fatawalla 'anhum famaa anta bimaluumin
Maka berpalinglah kamu dari mereka, dan kamu sekali-kali tidak tercela.
وَذَكِّرْ فَاِنَّ الذِّكْرٰى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِيْنَ
Wadzakkir fa-innadz-dzikra tanfa'ul mu'miniin(a)
Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman.
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
Wamaa khalaqtul jinna wal-insa ilaa liya'buduun(i)
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.
مَآ اُرِيْدُ مِنْهُمْ مِّنْ رِّزْقٍ وَّمَآ اُرِيْدُ اَنْ يُّطْعِمُوْنِ
Maa uriidu minhum min rizqin wamaa uriidu an yuth'imuun(i)
Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan.
اِنَّ اللّٰهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ
Innallaha huwarrazzaaqu dzuul quu-watil matiin(u)
Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.
فَاِنَّ لِلَّذِيْنَ ظَلَمُوْا ذَنُوْبًا مِّثْلَ ذَنُوْبِ اَصْحٰبِهِمْ فَلَا يَسْتَعْجِلُوْنِ
Fa-inna lil-ladziina zhalamuu dzanuuban mitsla dzanuubi ashhaabihim falaa yasta'jiluun(i)
Maka sesungguhnya untuk orang-orang lalim ada bahagian (siksa) seperti bahagian teman-teman mereka (dahulu); maka janganlah mereka meminta kepada-Ku menyegerakannya.
فَوَيْلٌ لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ يَّوْمِهِمُ الَّذِيْ يُوْعَدُوْنَ ࣖ
Fawailul(n)-lil-ladziina kafaruu min yaumihimul-ladzii yuu'aduun(a)
Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang kafir pada hari yang diancamkan kepada mereka.
Pertanyaan umum
Surat Adz-Dzariyat terdiri dari berapa ayat?
Surat Adz-Dzariyat terdiri dari 60 ayat.
Surat Adz-Dzariyat surat ke berapa dalam Al-Quran?
Surat Adz-Dzariyat (الذَّاريَات) adalah surat ke-51 dalam Al-Quran dan berada di juz 26, 27.
Surat Adz-Dzariyat termasuk Makkiyah atau Madaniyah?
Surat Adz-Dzariyat termasuk golongan surat Makkiyah.
Bagaimana cara mendengarkan Surat Adz-Dzariyat secara offline?
Unduh aplikasi Al Quran MP3 (Offline), unduh Surat Adz-Dzariyat sekali, lalu dengarkan kapan saja tanpa koneksi internet, termasuk saat layar terkunci.
Terjemahan dan transliterasi sama dengan yang digunakan di aplikasi Al Quran MP3 (Offline). Audio: everyayah.com dan mp3quran.net.