Surat Al-Muddatstsir: Bacaan Arab, Latin dan Artinya
المُدَّثــِّر
- Surat ke 74
- 56 ayat
- Makkiyah
- Juz 29
Baca Surat Al-Muddatstsir (المُدَّثــِّر) lengkap ayat 1-56: tulisan Arab, Latin, dan artinya dalam bahasa Indonesia. Putar per ayat atau dengarkan surat lengkap oleh Syaikh Mishary Rashid Alafasy.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَلَا تَمْنُنْ تَسْتَكْثِرُۖ
Walaa tamnun tastaktsir(u)
dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
فَذٰلِكَ يَوْمَىِٕذٍ يَّوْمٌ عَسِيْرٌۙ
Fadzalika yauma-idzin yaumun 'asiirun
maka waktu itu adalah waktu (datangnya) hari yang sulit,
عَلَى الْكٰفِرِيْنَ غَيْرُ يَسِيْرٍ
'Alal kaafiriina ghairu yasiirin
bagi orang-orang kafir lagi tidak mudah.
ذَرْنِيْ وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيْدًاۙ
Dzarnii waman khalaqtu wahiidan
Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian.
وَّجَعَلْتُ لَهٗ مَالًا مَّمْدُوْدًاۙ
Waja'altu lahu maaalan mamduudan
Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak,
وَّمَهَّدْتُّ لَهٗ تَمْهِيْدًاۙ
Wamahhadtu lahu tamhiidan
dan Ku lapangkan baginya (rezeki dan kekuasaan) dengan selapang-lapangnya,
ثُمَّ يَطْمَعُ اَنْ اَزِيْدَۙ
Tsumma yathma'u an aziid(a)
kemudian dia ingin sekali supaya Aku menambahnya.
كَلَّاۗ اِنَّهٗ كَانَ لِاٰيٰتِنَا عَنِيْدًاۗ
Kalaa innahu kaana li-aayaatinaa 'aniidan
Sekali-kali tidak (akan Aku tambah), karena sesungguhnya dia menentang ayat-ayat Kami (Al Qur'an).
سَاُرْهِقُهٗ صَعُوْدًاۗ
Saurhiquhu sha'uudan
Aku akan membebaninya mendaki pendakian yang memayahkan.
اِنَّهٗ فَكَّرَ وَقَدَّرَۙ
Innahu fakkara waqaddar(a)
Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya),
فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ
Faqutila kaifa qaddar(a)
maka celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?,
ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَۙ
Tsumma qutila kaifa qaddar(a)
Kemudian celakalah dia! Bagaimanakah dia menetapkan?,
ثُمَّ اَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَۙ
Tsumma adbara waastakbar(a)
kemudian dia berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri,
فَقَالَ اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ يُّؤْثَرُۙ
Faqaala in hadzaa ilaa sihrun yu'tsar(u)
lalu dia berkata: "(Al Qur'an) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu),
اِنْ هٰذَآ اِلَّا قَوْلُ الْبَشَرِۗ
In hadzaa ilaa qaulul basyar(i)
ini tidak lain hanyalah perkataan manusia".
لَا تُبْقِيْ وَلَا تَذَرُۚ
Laa tubqii walaa tadzar(u)
Saqar itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan.
لَوَّاحَةٌ لِّلْبَشَرِۚ
Lau-waahatul(n)-lilbasyar(i)
(Neraka Saqar) adalah pembakar kulit manusia.
عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَۗ
'Alaihaa tis'ata 'asyar(a)
Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).
وَمَا جَعَلْنَآ اَصْحٰبَ النَّارِ اِلَّا مَلٰۤىِٕكَةً ۖوَّمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ اِلَّا فِتْنَةً لِّلَّذِيْنَ كَفَرُوْاۙ لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَيَزْدَادَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِيْمَانًا وَّلَا يَرْتَابَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ وَالْمُؤْمِنُوْنَۙ وَلِيَقُوْلَ الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌ وَّالْكٰفِرُوْنَ مَاذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًاۗ كَذٰلِكَ يُضِلُّ اللّٰهُ مَنْ يَّشَاۤءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَمَا يَعْلَمُ جُنُوْدَ رَبِّكَ اِلَّا هُوَۗ وَمَا هِيَ اِلَّا ذِكْرٰى لِلْبَشَرِ ࣖ
Wamaa ja'alnaa ashhaabannaari ilaa malaa-ikatan wamaa ja'alnaa 'iddatahum ilaa fitnatal(n)-lil-ladziina kafaruu liyastaiqinal-ladziina uutuul kitaaba wayazdaadal-ladziina aamanuu iimaanan walaa yartaabal-ladziina uutuul kitaaba wal mu'minuuna waliyaquulal-ladziina fii quluubihim maradhun wal kaafiruuna maadzaa araadallahu bihadzaa matsalaa kadzalika yudhillullahu man yasyaa-u wayahdii man yasyaa-u wamaa ya'lamu junuuda rabbika ilaa huwa wamaa hiya ilaa dzikra lilbasyar(i)
Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari malaikat; dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al Kitab menjadi yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya dan supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu dan supaya orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (mengatakan): "Apakah yang dikehendaki Allah dengan bilangan ini sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan tidak ada yang mengetahui tentara Tuhanmu melainkan Dia sendiri. Dan Saqar itu tiada lain hanyalah peringatan bagi manusia.
اِنَّهَا لَاِحْدَى الْكُبَرِۙ
Innahaa la-ihdal kubar(i)
Sesungguhnya Saqar itu adalah salah satu bencana yang amat besar,
لِمَنْ شَاۤءَ مِنْكُمْ اَنْ يَّتَقَدَّمَ اَوْ يَتَاَخَّرَۗ
Liman syaa-a minkum an yataqaddama au yataakh-khar(a)
(yaitu) bagi siapa di antaramu yang berkehendak akan maju atau mundur.
كُلُّ نَفْسٍۢ بِمَا كَسَبَتْ رَهِيْنَةٌۙ
Kullu nafsin bimaa kasabat rahiinatun
Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,
فِيْ جَنّٰتٍ ۛ يَتَسَاۤءَلُوْنَۙ
Fii jannaatin yatasaa-aluun(a)
berada di dalam surga, mereka tanya menanya,
مَا سَلَكَكُمْ فِيْ سَقَرَ
Maa salakakum fii saqar(a)
"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?"
قَالُوْا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّيْنَۙ
Qaaluuu lam naku minal mushalliin(a)
Mereka menjawab: "Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan salat,
وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِيْنَۙ
Walam naku nuth'imul miskiin(a)
dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin,
وَكُنَّا نَخُوْضُ مَعَ الْخَاۤىِٕضِيْنَۙ
Wakunnaa nakhuudhu ma'al khaa-idhiin(a)
dan adalah kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya,
وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّيْنِۙ
Wakunnaa nukadz-dzibu biyaumiddiin(i)
dan adalah kami mendustakan hari pembalasan,
فَمَا تَنْفَعُهُمْ شَفَاعَةُ الشَّافِعِيْنَۗ
Famaa tanfa'uhum syafaa'atusy-syaafi'iin(a)
Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberikan syafaat.
فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِيْنَۙ
Famaa lahum 'anittadzkirati mu'ridhiin(a)
Maka mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?",
كَاَنَّهُمْ حُمُرٌ مُّسْتَنْفِرَةٌۙ
Kaannahum humurun mustanfiratun
seakan-akan mereka itu keledai liar yang lari terkejut,
بَلْ يُرِيْدُ كُلُّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ اَنْ يُّؤْتٰى صُحُفًا مُّنَشَّرَةًۙ
Bal yuriidu kulluumri-in minhum an yu'ta shuhufan munasy-syaratan
Bahkan tiap-tiap orang dari mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran yang terbuka.
كَلَّاۗ بَلْ لَّا يَخَافُوْنَ الْاٰخِرَةَۗ
Kalaa bal laa yakhaafuuna-aakhirat(a)
Sekali-kali tidak. Sebenarnya mereka tidak takut kepada negeri akhirat.
كَلَّآ اِنَّهٗ تَذْكِرَةٌ ۚ
Kalaa innahu tadzkiratun
Sekali-kali tidak demikian halnya. Sesungguhnya Al Qur'an itu adalah peringatan.
فَمَنْ شَاۤءَ ذَكَرَهٗۗ
Faman syaa-a dzakarah(u)
Maka barang siapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran daripadanya (Al Qur'an).
وَمَا يَذْكُرُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ ۗهُوَ اَهْلُ التَّقْوٰى وَاَهْلُ الْمَغْفِرَةِ ࣖ
Wamaa yadzkuruuna ilaa an yasyaa-allahu huwa ahluttaqwa wa-ahlul maghfirat(i)
Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran daripadanya kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dia (Allah) adalah Tuhan Yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan berhak memberi ampun.
Pertanyaan umum
Surat Al-Muddatstsir terdiri dari berapa ayat?
Surat Al-Muddatstsir terdiri dari 56 ayat.
Surat Al-Muddatstsir surat ke berapa dalam Al-Quran?
Surat Al-Muddatstsir (المُدَّثــِّر) adalah surat ke-74 dalam Al-Quran dan berada di juz 29.
Surat Al-Muddatstsir termasuk Makkiyah atau Madaniyah?
Surat Al-Muddatstsir termasuk golongan surat Makkiyah.
Bagaimana cara mendengarkan Surat Al-Muddatstsir secara offline?
Unduh aplikasi Al Quran MP3 (Offline), unduh Surat Al-Muddatstsir sekali, lalu dengarkan kapan saja tanpa koneksi internet, termasuk saat layar terkunci.
Terjemahan dan transliterasi sama dengan yang digunakan di aplikasi Al Quran MP3 (Offline). Audio: everyayah.com dan mp3quran.net.